10 Penyebab Mudah Lapar (No. 6 Jarang Disadari)

By | August 27, 2019


DokterSehat.Com – Lapar merupakan sesuatu yang alami dan merupakan tanda dari tubuh yang sedang butuh nutrisi. Untuk menghilangkan rasa lapar ini, kita bisa makan sesuai kebutuhan. Kalau Anda tidak juga makan, tubuh akan mengalami defisit kalori dan akhirnya mengambil dari cadangan lemak.

Penyebab Mudah Lapar Setiap Saat

Makan akan langsung menghilangkan lapar secara instan. Namun, pada kondisi tertentu, meski sudah menyantap banyak makanan, tubuh tetap merasa lapar sehingga kita terus ingin mengonsumsi banyak hal. Kalau Anda sering mengalaminya, beberapa hal di bawah ini adalah pemicunya.

  1. Stres

Saat mengalami stres, hormon serotonin di tubuh akan menipis. Saat hormon ini menurun, perasaan lapar akan sering terjadi sehingga Anda akan tetap lapar meski sudah makan berkali-kali. Kondisi sering lapar ini akan semakin berkurang seiring dengan membaiknya kondisi pikiran.

  1. Kurang Tidur

Kalau Anda sering begadang atau kebiasaan tidur terlalu malam, tubuh akan memengaruhi kerja dua buah hormon. Pertama memperbanyak hormon ghrelin yang terus menstimulasi keinginan untuk makan dan yang kedua mengurangi hormon leptin yang memberikan sinyal kenyang ke otak.

  1. Efek Samping Obat

Obat jenis tertentu juga bisa menyebabkan Anda terus merasakan lapar meski sudah makan. Salah satu obat yang menyebabkan rasa lapar ini adalah obat jenis antidepresan.

  1. Dehidrasi

Kita diajurkan untuk minum air satu gelas kalau tubuh merasakan lapar. Kalau rasa lapar ini hilang, artinya tubuh hanya mengalami dehidrasi saja. Namun, kalau rasa laparnya tetap ada, tubuh benar-benar sedang lapar secara fisik sehingga butuh asupan makanan untuk meredakannya.

Bawalah air minum ke mana saja Anda pergi. Kalau lapar muncul di saat jamnya, berarti tubuh memang sedang lapar. Kalau muncul di antara jam makan utama, coba minum air atau coba konsumsi buah untuk mengganjal lapar dan menghindari makan terlalu berlebihan.

  1. Hanya Mengonsumsi Karbohidrat Sederhana

Mengonsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi, gula darah dalam tubuh akan naik dengan cepat dan turun juga dengan cepat. Untuk mempertahankan rasa kenyang, disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti roti gandum atau oatmeal.

Jangan banyak makan kue, minum sirup, atau apa pun yang manis secara berlebihan. Umumnya batas konsumsi gula sekitar 4-6 sendok teh saja setiap harinya. Kalau lebih dari itu bisa sangat berbahaya untuk tubuh. Mengonsumsi karbohidrat sederhana setiap hari juga meningkatkan risiko diabetes.

  1. Salah Menjalani Diet

Diet dilakukan untuk keperluan tertentu seperti untuk mengurangi kadar lemak berlebihan di dalam tubuh. Sayangnya beberapa orang salah menjalankan diet seperti tidak makan dengan cukup dan memicu tubuh melakukan pemberontakan. Akhirnya kita jadi makan terlalu berlebihan.

Efek dari beberapa jenis diet seperti ketogenic juga memicu seseorang terobsesi makan sesuatu karena tubuh lemah. Kondisi ini hanya sementara saja biasanya 2-3 minggu, setelah tubuh akan kembali normal. Masalahnya tidak semua orang bisa menyesuaikan diri dengan baik.

  1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Garam

Garam memang dibutuhkan oleh tubuh. Namun, kalau kita mengonsumsi garam secara berlebihan, kemungkinan besar bisa memicu beberapa gangguan pada tubuh seperti mudah sekali haus. Selain itu garam juga akan mengikat air dan membuat tubuh jadi mengembang dari kondisi biasa.

Batasi konsumsi makanan yang terlalu asin setiap harinya. Beberapa makanan yang kaya dengan sodium seperti berbagai jenis keripik juga harus dikurangi. Lebih banyak mengonsumsi lebih banyak buah kalau Anda ingin ngemil di antara jam makan utama.

  1. Mengalami Menopause

Saat menopause, wanita akan mulai mengalami perubahan besar pada hormon yang ada di tubuhnya. Perubahan ini menyebabkan mereka jadi mudah mengalami gangguan mood. Kondisi ini mirip saat seorang wanita sedang PMS dan sering makan apa pun untuk membuat mereka jadi lebih nyaman.

Kalau Anda sudah memasuki usia menopause dan mengalami masalah dengan pola makan, coba kendalikan dengan baik. Hanya konsumsi makanan yang memang dibutuhkan saja. Kalau memang masih lapar, coba minum air putih. Kadang saat sedang haus kita jadi mudah sekali lapar emosi atau lapar mata.

  1. Sedang Menyusui

Wanita yang sedang menyusui memang akan selalu lapar karena nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya juga dibagi pada bayi. Kebutuhan kalori dari ibu menyusui juga biasanya naik hingga 500 kalori setiap harinya. Pada kasus ini makan lebih banyak tidak masalah asal tetap sehat dan bisa dikontrol.

Kalau kebutuhan kalori dari wanita masih sangat rendah padahal mereka sedang menyusui, bayi tidak akan mendapatkan nutrisi yang baik. Ibu juga akan mengalami penurunan berat dan dengan sangat cepat. Apa yang terjadi ini cukup tidak sehat dan bisa berbahaya untuk kesehatan.

  1. Gangguan Tiroid

Gangguan tiroid yang terjadi pada tubuh juga menyebabkan naiknya nafsu makan secara berlebihan. Kondisi ini kerap muncul pada mereka yang mengalami kondisi hipertiroidisme. Kelenjar tiroid yang sangat aktif menyebabkan cukup banyak gangguan seperti metabolisme yang terlalu besar.

Metabolisme yang besar memang baik untuk mereka yang obesitas karena lemak di dalam tubuhnya bisa diturunkan. Namun, kalau berlebihan akan menyebabkan Anda sering lapar. Apa yang sudah dikonsumsi tidak akan dimanfaatkan dengan baik serta seseorang jadi memiliki tubuh yang terlalu kurus.

Inilah beberapa kondisi yang menyebabkan tubuh jadi sering sekali mengalami lapar meski sudah makan. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kemungkinan besar tubuh akan mengalami masalah seperti obesitas dan muncul penyakit lain seperti diabetes hingga gangguan pada sistem kardiovaskular.





Source link