10 Penyebab Kencing Panas yang Menandakan Penyakit Serius!

By | July 26, 2019


DokterSehat.Com– Pernahkah merasakan sensasi tidak nyaman saat kencing atau pipis dengan suhu urine yang lebih hangat dari biasanya? Banyak orang yang berpikir jika kencing panas terkait dengan kebiasaan meminum minuman panas. Apapun suhu air yang kita minum, baik itu panas ataupun dingin akan segera diatur suhunya agar sesuai dengan suhu internal tubuh.

Hal tersebut berarti, begitu memasuki perut atau keluar menjadi air kencing, suhunya akan sesuai dengan suhu tubuh kita, bukannya seperti saat kita minum. Namun, kencing panas bisa jadi terkait dengan masalah kesehatan tertentu, lho! Lantas apa sajakah masalah kesehatan yang bisa menyebabkan kencing terasa panas?

Penyebab Kencing Terasa Panas

Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang bisa jadi terkait dengan gejala air kencing terasa panas yang patut untuk diwaspadai:

1. Infeksi saluran kemih (ISK)

Salah satu gejala awal yang khas dari infeksi saluran kemih (ISK) adalah sensasi kencing panas atau terbakar saat buang air kecil. Meskipun lebih sering menyerang kaum wanita, pria juga bisa mengalami hal ini. Penyebab utama dari infeksi saluran kemih adalah bakteri e.coli yang memasuki saluran pembuangan urine kita.

Selain kencing terasa panas, mungkin juga mengalami gejala lain seperti kencing yang tidak tuntas (menyebabkan sering ke toilet), urine yang berbau menyengat, hingga kencing ayng disertai darah. Jika infeksi saluran kemih tak kunjung diobati, bisa jadi infeksi ini bisa menyebar ke ginjal dan menyebabkan dampak kesehatan yang jauh lebih berat.

2. Infeksi menular seksual (IMS)

Beberapa jenis penyakit kelamin seperti klamidia ternyata juga bisa menyebabkan munculnya gejala kencing panas dan nyeri saat buang air kecil. Klamidia juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari vagina atau penis, dan pada pria dapat menyebabkan testis bengkak atau sakit.

Mereka yang melakukan kehidupan seks tidak aman atau sering berganti pasangan cenderung rentan mengalami infeksi menular seksual.

Siapa pun yang pernah melakukan hubungan seksual dapat terkena IMS, walaupun sebelumnya dinyatakan negatif. Beberapa penderita IMS bebas dari gejala untuk waktu yang lama, jadi periode yang lama tanpa gejala tidak berarti tidak mengalami IMS.

3. Infeksi kelamin

Gejala paling sering dari infeksi kelamin adalah kencing terasa panas. Pada kaum hawa, infeksi ini bisa disebabkan oleh jamur atau bakteri yang menyebabkan peradangan vagina atau vaginitis dan vulvodynia.

Sementara itu, infeksi kelamin pada kaum pria bisa disebabkan oleh peradangan epididimis atau epididimitis dan peradangan pada prostat.

Epididimis adalah tabung yang berisi sperma di atas testis. Infeksi atau inflamasi pada tabung ini dapat menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil. Pria yang menderita epididimitis juga mungkin mengalami pembengkakan di sekitar testis, rasa sakit pada penis atau testis, dan demam.

Kondisi menyakitkan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau pembedahan dan dapat diatasi dengan antibiotik dan istirahat.

4. Infeksi lainnya

Salah satu cara tubuh melawan infeksi adalah dengan memanaskan. Inilah sebabnya mengapa orang sering mengalami demam ketika sakit. Ketika suhu urine lebih tinggi dari biasanya, ini berarti seseorang mengalami demam.

Demam bisa disebabkan oleh infeksi di bagian tubuh mana pun, jadi penting untuk mengetahui gejala dan memeriksakan diri ke dokter jika tidak membaik.

Ketika air kencing panas dan terasa terbakar, ini mungkin berarti seseorang menderita ISK atau infeksi pada ginjal.

5. Munculnya luka di bagian uretra

Urine yang kita keluarkan saat buang air kecil bersifat asam. Jika di bagian uretra atau lubang tempat mengeluarkan air seni mengalami luka, maka sifat asam ini menjadi penyebab setelah kencing terasa panas dan menyebabkan sensasi perih.

Ada banyak sekali penyebab munculnya luka ini, yakni karena kebiasaan mencukur bulu kemaluan, lecet saat berhubungan intim, munculnya jerawat, dan hal-hal lainnya. Meski terlihat sepele, jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik bisa saja menyebabkan infeksi yang memicu dampak yang jauh lebih parah.

6. Interstitial cystitis

Masalah kesehatan ini terjadi akibat peradangan yang menyerang kandung kemih. Gejalanya tak hanya membuat air kencing panas, namun juga rasa nyeri pada panggul dan adanya tekanan pada kandung kemih. Interstitial cystitis lebih sering menyerang kaum wanita daripada kaum pria.

7. Pasca-melahirkan

Mengingat proses persalinan berlangsung cukup berat dan bisa menyebabkan robekan pada perineum, maka saat buang air kecil robekan ini terkena dengan urine yang bersifat asam sehingga menyebabkan sensasi kencing panas dan terbakar selama beberapa saat.

8. Menopause

Fase menopause membuat wanita mengalami penurunan produksi hormon estrogen. Hal ini ternyata berpengaruh besar pada kondisi organ vitalnya yang menjadi lebih kering. Kondisi ini juga menjadi penyebab setelah kencing terasa panas.

9. Prostatitis

Prostatitis adalah pembengkakan, nyeri, dan peradangan pada prostat, biasanya karena infeksi bakteri. Pria yang menderita prostatitis dapat mengalami rasa sakit atau sensasi pipis panas, serta perubahan dalam aliran buang air kecil.

Kondisi tersebut mungkin juga menyebabkan mual dan muntah, atau sakit selama ejakulasi.

Penting untuk mendiagnosis penyebab prostatitis, sehingga pria yang menduga mengalami masalah prostat harus memeriksakan diri ke dokter.

10. Batu Kandung kemih

Batu kandung kemih adalah batu mineral keras dalam kandung kemih. Batu kandung kemih terbentuk ketika mineral dalam urine pekat mengkristal. Kondisi ini sering terjadi ketika Anda tidak dapat sepenuhnya mengosongkan kandung kemih.

Tanda dan gejala batu kandung kemih bervariasi, dari sakit perut yang parah hingga kencing berdarah. Terkadang, batu kandung kemih tidak menimbulkan gejala.

Batu kandung kemih yang berukuran kecil mungkin tidak memerlukan perawatan, tetapi beberapa membutuhkan obat atau operasi. Jika tidak diobati, batu kandung kemih dapat menyebabkan infeksi dan komplikasi.

_

Nah, itu dia penyebab setelah kencing terasa panas atau saat kencing sekalipun. Bila kondisi ini sering terjadi dalam jangka waktu yang lama, segera periksakan ke dokter ya, Teman Sehat!





Source link