10 Penyebab Benjolan di Kepala (Ringan hingga Bahaya)

By | July 26, 2019


Photo Credit: Flickr.com/Mark Fowler

DokterSehat.Com – Pada dasarnya, benjolan dapat timbul di daerah manapun pada tubuh kita, dan tidak menutup kemungkinan dapat muncul benjolan di kepala. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai hal mulai dari yang ringan hingga berat.

Munculnya benjolan pada kepala kerap kali memicu kekhawatiran dan mendapatkan perhatian khusus. Meskipun benjolan di kepala ini umumnya tidak berbahaya, namun hal ini dapat menjadi masalah serius di kemudian hari apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab Benjolan di Kepala

1. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi pada folikel atau akar rambut yang mengakibatkan timbulnya benjolan-benjolan kecil di kepala. Selain itu, folikulitis juga dapat terjadi di sekitar wajah. Folikel rambut adalah rongga kecil yang mengelilingi akar rambut Anda.

Folikulitis biasanya terlihat seperti jerawat atau ruam, yang bisa akut atau kronis. Folikulitis akut terjadi dalam waktu singkat, sementara yang kronis sedang berlangsung.

Folikulitis relatif umum, namun lebih cenderung dialami oleh penderita diabetes, obesitas, ataupun yang mengalami gangguan sistem imunitas.

2. Ingrown hair

Kondisi ini terjadi ketika rambut yang mestinya tumbuh menembus kulit, justru tumbuh ke dalam kulit. Rambut yang terjebak di dalam kulit ini biasanya menyebabkan benjolan kecil kemerahan. Meski benjolan di kepala ini tidak berbahaya, kondisi ini juga bisa menjadi infeksi dan bisul.

Kemungkinan kulit mati bisa menyumbat folikel rambut, yang menyebabkan rambut di dalamnya tumbuh ke samping di bawah kulit, bukan ke atas dan ke luar.

Terkadang, menggunduli rambut hingga habis akan menghasilkan ujung rambut yang tajam menusuk kulit, juga menyebabkan rambut tumbuh ke dalam.

Rambut yang tumbuh kedalam kulit tidak begitu membahayakan, namun kondisi ini bisa menyebabkan ketidaknyamanan.

3. Abses (bisul)

Bisul atau abses dapat timbul di mana saja pada kulit, tetapi kemungkinan besar dapat muncul di area kulit yang memiliki kombinasi rambut, keringat, dan gesekan atau digaruk, seperti di kepala, leher, wajah, atau paha.

Bisul atau benjolan di kepala belakang harus berhati-hati ketika hendak tidur, agar tidak tertekan. Sebaiknya tidur dalam posisi menyamping.

Seiring waktu, nanah terbentuk di dalam bisul yang membuatnya lebih besar dan menyakitkan. Kebanyakan bisul akan pecah dan nanah hilang tanpa meninggalkan bekas luka. Bisul yang terbentuk dan pecah bisa membutuhkan waktu dua hari (ringan) hingga tiga minggu.

Terkadang Anda akan sulit membedakan antara bisul dan bintik, tetapi bisul cenderung terbentuk lebih besar dan lebih menyakitkan. Sebaiknya dokter mendiagnosa kondisi Anda.

4. Hematoma

Hematoma adalah kondisi yang umum terjadi akibat kerusakan pada salah satu pembuluh darah yang lebih besar di dalam tubuh. Kebanyakan hematoma disebabkan oleh cedera pada dinding pembuluh darah, yang mendorong darah untuk merembes (bocor) keluar dari pembuluh darah ke jaringan di sekitarnya. Kondisi ini menyebabkan benjolan pada kulit, yang tampak seperti memar.

Biasanya hematoma terlihat seperti memar, tetapi terjadi karena kerusakan pembuluh darah kecil. Kondisi ini relatif tidak berbahaya, tapi beberapa kondisi dapat mengindikasikan masalah medis yang lebih serius.

Bagi Anda yang mengalami cedera dalam kecelakaan atau mengalami benturan benda tumpul di kepala harus berkonsultasi ke dokter tentang ciri hematoma internal.

5. Lipoma

Lipoma adalah benjolan di kepala (berisi lemak) yang tumbuh lambat dan paling sering muncul di antara kulit dan lapisan otot. benjolan juga dapat muncul di area lainnya seperti di leher, bahu, dada, ketiak. Lipoma termasuk tumor jinak yang tidak berbahaya dan berkembang dengan lambat.

Benjolan yang tampak pucat dan tidak lunak, biasanya mudah bergerak bila ditekanan jari. Lipoma kebanyakan tidak sakit, namun kemungkinan terasa sakit jika lipoma menekan saraf. Tumor jinak dapat terbentuk tunggal ataupun terdiri dari beberapa benjolan, biasanya berukuran sekitar 2-3 cm atau bahkan terkadang tumbuh hingga 10 cm

6. Kista

Kista adalah kantong cairan abnormal (seperti lepuh) yang terbentuk di berbagai area tubuh termasuk kulit kepala, alat kelamin dan organ dalam. Ukuran kista bervariasi, dari benjolan kecil di kepala hingga benjolan besar berisi cairan.

Gejala kista biasanya tampak pembengkakan di sekitar area, tetapi kemungkinan tidak menyakitkan. Terkadang kista berisi bahan semi-padat, tergantung pada penyebab dan lokasinya.

Kista yang dapat ditemukan di kulit kepala antara lain:

  • Kista sebasea. Biasanya terbentuk di dalam kelenjar sebaceous, adalah bagian dari folikel kulit dan rambut. Jika pecah atau tersumbat, kelenjar sebaceous dapat menyebabkan kista sebaceous. Kelenjar ini dapat menghasilkan minyak di kulit dan rambut. Kista sebasea terisi sebum dan lebih jarang terjadi dibandingkan kista epidermoid.
  • Kista dermoid. Adalah kantung tertutup di dekat permukaan kulit yang terbentuk selama pertumbuhan bayi di dalam rahim. Kista ini dapat terbentuk di mana saja pada tubuh, yang mungkin mengandung folikel rambut, jaringan kulit, dan kelenjar penghasil keringat dan minyak kulit. Kista dermoid biasanya tidak berbahaya, tetapi perlu operasi untuk mengangkatnya.

7. Tumor

Benjolan di kepala dapat disebabkan oleh pilomatrixoma, adalah tumor kulit jinak (non-kanker) dari folikel rambut (struktur di kulit yang membuat rambut). Tumor ini cenderung berkembang di kepala dan leher.

Pilomatrixoma jarang menjadi kanker (dikenal sebagai karsinoma pilomatrix). Meskipun dapat terjadi di semua usia, pilomatrixoma paling sering terjadi pada orang di bawah usia 20 tahun.

Penyebab belum diketahui, namun perubahan somatik (mutasi) pada gen CTNNB1 ditemukan pada kebanyakan pilomatrixoma yang terpisah.

8. Kanker

Basal cell carcinoma adalah jenis kanker kulit. Karsinoma sel basal dimulai pada sel basal – sejenis sel di dalam kulit yang menghasilkan sel kulit baru ketika sel yang lama mati.

Karsinoma sel basal biasanya tampak benjolan di kepala belakang atau atas yang sedikit transparan pada kulit. Karsinoma sel basal paling sering terjadi pada kulit yang terkena sinar matahari, seperti kepala dan leher.

Karsinoma sel basal diduga disebabkan oleh paparan radiasi ultraviolet (UV) jangka panjang dari sinar matahari. Solusinya, henghindari paparan sinar matahari dan menggunakan tabir surya dapat membantu melindungi kulit dari kanker.

9. Infeksi

Benjolan di kepala akibat limfadenitis hampir selalu disebabkan oleh infeksi, yang mungkin oleh bakteri, virus, protozoa, atau jamur.

Infeksi biasanya menyebar ke kelenjar getah bening dari infeksi kulit kepala, telinga, hidung, atau mata, atau akibat dari infeksi mononukleosis, infeksi sitomegalovirus, infeksi streptokokus, tuberkulosis, atau sifilis.

Infeksi ini dapat memengaruhi banyak kelenjar getah bening atau hanya pada satu area tubuh.

10. Eksostosis

Eksostosis adalah pertumbuhan abnormal di atas tulang. Kondisi ini sangat jarang terjadi pada kepala dan penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Eskostosis dapat menimbulkan rasa nyeri atau iritasi kronis, tergantung pada ukuran dan lokasinya. Penanganan kondisi ini biasanya dilakukan jika sudah terjadi komplikasi

Pertumbuhan tulang abrnormal ini sering terjadi di telinga, tumit kaki, atau di bawah alas kuku. Eksostosis juga dapat berkembang di sekitar tengkorak, termasuk di dalam mulut dan sinus. Anak-anak dan dewasa muda lebih mungkin mengalami eksostosis.

Exostosis dapat menyebabkan nyeri atau iritasi kronis, tergantung pada ukuran dan lokasinya.

Itu dia penyebab benjolan di kepala yang ringan hingga berbahaya bagi kesehatan. Bila muncul benjolan kecil di kepala maupun besar dan terasa sakit yang berlangsung lama, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.





Source link