10 Komplikasi Sesudah Operasi yang Sering Terjadi!

10 Komplikasi Sesudah Operasi yang Sering Terjadi!

[ad_1]

komplikasi-sesudah-operasi-doktersehat

DokterSehat.Com – Pembedahan atau operasi adalah spesialisasi untuk mengobati penyakit dan gangguan dengan memotong, mengangkat atau mengganti bagian tubuh dengan prosedur operasi yang membuka tubuh untuk diobati. Definisi ini perlahan-lahan berubah, karena prosedur operasi yang baru tidak memerlukan pembukaan ke dalam tubuh. Pembedahan adalah tindakan yang serius terhadap penyakit, dan pasien jarang tidak memiliki komplikasi sesudah operasi.

Kebanyakan pasien mengalami satu atau dua komplikasi kecil, masalah yang diselesaikan dengan cepat dan mudah setelah beberapa hari setelah operasi. Untuk beberapa pasien, pembedahan mengarah pada jenis masalah yang lebih serius, seperti pneumonia atau infeksi. Menghindari komplikasi pasca operasi dapat membantu pemulihan lebih cepat.

Komplikasi Pasca-Operasi

Beberikut ini berbagai komplikasi yang mungkin dirasakan pasien setelah menjalani tindakan operasi:

1. Demam

Demam ringan setelah operasi adalah hal biasa pada minggu pertama pemulihan. Kondisi ini adalah cara tubuh melawan segala infeksi potensial yang mungkin ada.

Sementara demam tinggi yang tidak biasa harus selalu dilaporkan ke ahli bedah untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Ketidaknyamanan pada mulut & tenggorokan

Jika Anda mendapat obat anestesi atau alat anestesi, yang dimasukan ke dalam tenggorokan untuk mencegah aspirasi, kemungkinan mulut dan tenggorokan terasa tidak nyaman dan kering.

Perawatan yang standar untuk sakit tenggorokan, seperti tablet hisap, minum cairan panas atau dingin dan semprotan untuk tenggorokan biasanya adalah perawatan yang memadai.

Komplikasi sesudah operasi ini biasanya akan hilang dalam satu atau dua hari, mungkin beberapa hari lebih lama jika tabung pernapasan dipasang dalam jangka waktu yang lama untuk prosedur yang lebih lama atau pemulihan yang berkepanjangan.

3. Luka setelah operasi

Luka bekas operasi yang tidak sembuh, seperti luka yang basah, mengeluarkan cairan terus menerus, dan tidak mengering.

Kemampuan tubuh untuk merawat luka selama berminggu-minggu setelah operasi akan memiliki dampak besar pada bekas luka.

Tidak merokok, menjaga lukan tetap bersih, diet sehat dan penggunaan obat yang tepat akan dapat membantu penyembuhan tubuh dan berapa banyak jaringan parut yang ada.

4. Waktu pemulihan yang lebih lama

Sebagian besar luka akan sembuh tanpa komplikasi sesudah operasi dan penyembuhan tidak akan terganggu pada lansia (lanjut usis), kecuali ada faktor atau komplikasi tertentu yang menghambat pemulihan setelah operasi. Faktor-faktor yang dapat menghambat proses penyembuhan adalah:

  • Jahitan terlalu kencang
  • Pasokan darah buruk
  • Steroid jangka panjang
  • Terapi imunosupresif
  • Radioterapi
  • Penyakit rheumatoid berat (rematik)
  • Kekurangan gizi dan vitamin

5. Sulit BAK

Komplikasi pasca operasi seperti masalah buang air kecil (BAK) atau anyang-anyangan adalah masalah yang sangat umum, dan biasanya terjadi pada pasien yang memasang kateter (tabung tipis) kemih selama operasi.

Masalah tersebut disebut retensi urine, biasanya sembuh beberapa hari setelah operasi. Sementara untuk pasien lain, kateter mungkin diperlukan sampai kandung kemih diangkat dari anestesi. Kadang-kadang obat-obatan untuk merangsang kandung kemih dapat diberikan.

Terkadang, komplikasi terjadi pada kasus operasi seperti sistem perkemihan, misal pasca-operasi prostat, atau pasca-operasi batu ureter.

6. Sulit BAB

Komplikasi sesudah operasi wasir yang berat (derajat IV), biasa karena pasien masih trauma (takut) akibat nyeri yang diakibatkan wasir sebelumnya.

Anestesi juga sering menjadi penyebab sembelit setelah operasi. Begitu juga obat nyeri tertentu, perubahan pola makan, atau berbaring di tempat tidur untuk waktu yang lama.

Dokter mungkin akan meresepkan obat pencahar atau pelunak feses untuk membantu melancarkan BAB atau tetap terhidrasi dengan baik.

7. Depresi

Mengalami depresi setelah operasi adalah hal yang sering terjadi. Memiliki kondisi kesehatan yang kurang baik, memikirkan biaya operasi, dan kekhawatiran, dapat memicu perasaan putus asa.

Untuk itu, akan sangat membantu bila anggota keluarga, teman atau kerabat Anda memahami kondisi yang terjadi dan apa yang dapat dilakukan untuk kondisi Anda.

Selain itu, ada banyak alasan mengapa pasien mengalami depresi selama atau setelah melalui operasi. Komplikasi pasca operasi, gejala depresi terkait dengan hal-hal berikut:

  • Antibiotik
  • Reaksi terhadap anestesi
  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan saat pemulihan
  • Reaksi tubuh terhadap obat penghilang rasa sakit tertentu
  • Tekanan fisik, mental, dan emosional yang disebabkan oleh kelainan dan / atau pembedahan
  • Menghadapi kemungkinan kematian

Depresi setelah operasi memiliki dampak berbeda pada setiap orang. Jika gejalanya berlangsung lebih dari dua minggu, segera konsultasikan dengan dokter tentang kondisi Anda.

8. Perdarahan

Beberapa perdarahan yang terjadi dianggap normal setelah menjalani operasi, tetapi kebanyakan perdarahan berlangsung lama.

Terkadang pembekuan darah terjadi di dalam vena yang dalam. Gumpalan darah besar dapat menyumbat arteri ke jantung, yang menyebabkan gagal jantung.

Trombosis vena dalam (DVT) juga berbahaya pada paru-paru, karena jika gumpalan terlepas dapat menyebar ke paru-paru dan menghambat aliran darah (emboli paru). Gejala DVT biasanya mengalami napas yang pendek secara tiba-tiba, sakit dada, dan batuk.

Gumpalan darah kemungkinan besar terbentuk di hari pertama setelah menjalani tindakan operasi. Sebagai pencegahannya, Anda dapat bergerak ringan di tempat tidur untuk melancarkan sirkulasi darah sehingga mengurangi risiko DVT.

Selain pendarahan kecil, setiap perdarahan yang Anda perhatikan, segera laporkan ke dokter bedah atau staf rumah sakit sehingga dapat diobati sebelum menjadi masalah serius.

9. Infeksi

Infeksi bertambah berat, terutama untuk kasus-kasus pasien dengan kondisi imun yang rendah atau pasien dengan infeksi berat sebelumnya.

Mencegah infeksi sangat penting setelah operasi dan bisa dilakukan dengan sangat mudah. Antibiotik biasanya diresepkan setelah operasi, bahkan jika tidak muncul tanda-tanda atau gejala infeksi (untuk mencegah masalah infeksi).

Mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi sejak dini dapat membantu pemulihan lebih cepat, karena infeksi akan memperlambat atau bahkan menghentikan proses penyembuhan.

Infeksi dapat terjadi ketika bakteri menyerang area bekas operasi. Infeksi luka ini dapat menyebar ke organ atau jaringan di dekatnya, atau bahkan lebih serius ke daerah yang jauh melalui aliran darah dapat menyebabkan urosepsis (infeksi saluran kemih yang menyebar pada aliran darah), dan karena alasan ini, rasa terbakar saat buang air kecil dan gejala infeksi saluran kemih lainnya harus segera diatasi.

Infeksi juga dapat terjadi pada saluran kemih, seperti retensi urine, biasanya akibat dari pemasangan kateter urine untuk pembedahan. Sebagian besar infeksi saluran kemih mudah diobati dengan antibiotik dan merespons dengan cepat terhadap pengobatan.

10. Kematian

Gumpalan darah selalu berisiko setelah operasi. Gumpalan darah kecil dapat terbentuk di kaki, yang menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit, biasanya dapat dicegah dengan pengobatan.

Sementara yang lebih serius adalah ketika gumpalan darah mulai bergerak melalui aliran darah, berpotensi menuju ke paru-paru dan menjadi emboli paru – di mana kondisi ini dapat mengancam jiwa.

DVT dan emboli paru juga menjadi penyebab utama komplikasi dan kematian setelah operasi.

Banyak kasus komplikasi pasca operasi yang dibiarkan menyebabkan pembengkakan kaki, nyeri otot betis dan peningkatan suhu yang disertai nyeri betis.

_

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Antonius Hapindra Kasim.



[ad_2]

Source link

AKDSEO