10 Cara Menjaga Kehamilan agar Ibu & Janin Tetap Sehat

By | Agustus 15, 2019


DokterSehat.Com – Setiap pasangan tentu akan bahagia ketika mendapatkan kehamilan. Berbagai macam cara akan dilakukan untuk memastikan bahwa janin yang dikandung terlahir dengan selamat dan tumbuh menjadi anak yang sehat. Lantas, bagaimana cara menjaga kehamilan yang bisa dilakukan? Simak cara menjaga kehamilan muda selengkapnya di bawah ini.

Cara Menjaga Kehamilan

Saat seorang wanita mengalami kehamilan di usia muda, maka kesehatannya haruslah dijaga dengan baik. Masa kehamilan muda adalah fase yang cenderung membingungkan karena banyak sekali gejala alami yang bisa membuat pasangan merasa khawatir.

Berikut adalah cara menjaga kehamilan yang wajib diketahui, di antaranya:

1. Mencukupi kebutuhan nutrisi

Cara menjaga kehamilan yang pertama dan paling penting adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan janin. Makan makanan bergizi selama kehamilan terkait dengan perkembangan otak janin yang baik, berat lahir yang sehat, di mana hal itu mengurangi risiko bayi terlahir cacat.

Diet seimbang juga akan mengurangi risiko ibu hamil mengalami anemia, serta gejala kehamilan umum seperti kelelahan dan mual di pagi hari. Nutrisi yang baik mampu menyeimbangkan perubahan suasana hati dan membuat lancar persalinan.

Diet kehamilan yang seimbang meliputi makanan yang mengandung; protein, vitamin C, kalsium buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, makanan kaya zat besi, lemak yang cukup dan asam folat.

2. Meningkatkan berat badan

Cara menjaga kehamilan yang satu ini sering kali membuat banyak wanita ragu. Banyak wanita khawatir tentang berapa banyak berat badan yang akan didapatkan selama kehamilan.

Jika berat badan berada dalam kisaran normal sebelum hamil, Anda disarankan untuk menambah berat badan sebanyak  11-15 kg. Penting untuk mendiskusikan dan memantau berat badan serta kebutuhan nutrisi dengan dokter selama kehamilan

Rekomendasi penambahan berat badan akan bervariasi untuk wanita yang kekurangan berat badan sebelum hamil, wanita yang mengalami obesitas, atau wanita yang memiliki kehamilan kembar.

3. Menghindari beberapa makanan dan minuman

Guna melindungi ibu dan janin dari infeksi bakteri atau parasit seperti listeriosis, pastikan bahwa semua susu atau keju sudah dipasteurisasi. Hindari juga konsumsi makanan yang belum matang. Jika Anda atau seseorang dalam keluarga memiliki riwayat alergi, bicarakan dengan dokter tentang makanan apa saja yang harus dihindari.

4. Konsumsi vitamin prenatal

Sebagian besar nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan berasal dari makanan, namun perlu diketahui juga bahwa suplemen vitamin prenatal memainkan peran penting. Pada beberapa kasus, wanita hamil sering kali sulit untuk merencanakan tiga kali makan sehari yang penuh dengan nutrisi, sehingga membutuhkan suplemen vitamin, salah satunya adalah asam folat.

Asam folat (folat) adalah vitamin B yang sangat penting bagi wanita hamil. Suplemen asam folat yang diminum beberapa minggu sebelum kehamilan dan selama 12 minggu pertama kehamilan terbukti menurunkan risiko memiliki anak dengan spina bifida, cacat lahir yang ditandai dengan terbentuknya celah atau defek pada tulang belakang dan saraf tulang belakang bayi.

Sebagian besar vitamin prenatal mengandung 1 miligram asam folat. Bicarakan dengan dokter kandungan sebelum Anda mulai mengonsumsi vitamin prenatal. Dokter dapat membantu untuk memutuskan jenis vitamin apa yang terbaik untuk dikonsumsi.

5. Olahraga

Melakukan olahraga ringan adalah sesuatu yang sangat baik untuk ibu hamil. Olahraga ringan terbukti bermanfaat bagi ibu dan bayi. Berolahraga 30 menit sehari terbukti membantu sirkulasi darah, memperkuat otot, mengurangi sakit punggung, mengatasi sembelit, meningkatkan energi dan mengurangi stres.

Namun, penting untuk konsultasi dengan dokter sebelum memulai program olahraga apa pun, terutama jika Anda berada dalam kategori berisiko tinggi. Jika Anda tidak aktif secara fisik sebelum hamil, konsultasikan dengan dokter kandungan tentang olahraga apa yang dapat dilakukan selama kehamilan.

Joging dan berenang adalah salah satu cara menjaga kehamilan karena dapat merangsang jantung dan paru-paru serta aktivitas otot dan persendian. Selain itu, latihan jongkok dan senam kegel juga bisa ditambahkan ke rutinitas olahraga yang Anda lakukan.

Senam kegel fokus pada otot-otot vagina dan perineum. Olahraga ini dilakukan dengan cara yang sama seperti seorang wanita berhenti dan memulai buang air kecil.

Periode waktu otot berkontraksi dapat ditingkatkan seiring waktu karena kontrol otot menjadi lebih mudah. Senam kegel dipercaya membantu wanita mempertahankan tonus otot yang baik dan mengontrol perineum, yang dapat membantu dalam kelancaran dan pemulihan setelah persalinan.

6.Tidak merokok dan konsumsi alkohol serta membatasi konsumsi kafein

Cara menjaga kehamilan muda berikutnya yang sering kali sulit untuk dilepaskan adalah menghilangkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Membuat pilihan gaya hidup yang baik akan secara langsung berdampak pada kesehatan janin yang sedang tumbuh.

Tips menjaga kehamilan itu antara lain: berhenti merokok, berhenti konsumsi alkohol, jauhi penggunaan obat-obatan terlarang, serta batasi konsumsi kafein. Beberapa hal tersebut telah dikaitkan dengan komplikasi serius untuk ibu dan janin.

Merokok bisa memengaruhi aliran darah dan pengiriman oksigen ke janin, sehingga kebiasaan ini bisa mengganggu pertumbuhannya.

Merokok adalah penyebab paling umum dari berat lahir rendah, kematian dan munculnya penyakit dalam beberapa minggu pertama kehidupan. Merokok juga terkait dengan berbagai komplikasi kehamilan, termasuk: pendarahan vagina, kehamilan ektopik, placental abruption, dan persalinan prematur.

Sementara minum alkohol selama kehamilan dikaitkan dengan berbagai masalah pada janin seperti fetal alcohol syndrome (FAS). FAS dapat menyebabkan janin terlahir dengan berat rendah dan kelainan pada sistem saraf pusatnya.

Konsumsi alkohol selama kehamilan juga dapat menyebabkan komplikasi, seperti: keguguran, persalinan prematur dan kelahiran mati.

Selain rokok dan alkohol, hal penting lainnya yang harus diketahui ibu hamil adalah membatasi asupan kafein, hal itu bertujuan untuk menghindari risiko keguguran dan masalah lainnya.

7. Minum lebih banyak air

Selama kehamilan, darah Anda memasok oksigen dan nutrisi penting untuk janin melalui plasenta dan membawa limbah serta karbon dioksida keluar—yang mana membuat volume darah meningkat hingga 50 persen untuk menangani semua aktivitas ekstra ini.

Oleh karena itu, Anda perlu minum lebih banyak untuk menunjang semua aktivitas tersebut. Konsumsi air yang cukup juga dapat membantu mencegah sembelit, wasir, ISK, kelelahan, sakit kepala, bengkak, dan gejala kehamilan tidak nyaman lainnya. Usahakan setidaknya konsumsi air 8-10 gelas per hari, namun apabila Anda tidak menikmati rasanya, coba tambahkan perasan jeruk nipis.

8. Pergi ke spa khusus ibu hamil

Kehamilan adalah waktu terbaik bagi wanita untuk memanjakan diri. Namun, hal penting yang harus diperhatikan adalah ibu hamil sebaiknya menghindari sauna. Berendam di suhu 38 derajat Celcius selama 10-20 menit adalah batas aman untuk wanita hamil.

Selain itu, minyak esensial tertentu dapat menyebabkan kontraksi rahim, terutama selama trimester pertama dan kedua, jadi tanyakan kepada terapis pijat untuk memastikan menggunakan minyak esensial yang aman untuk ibu hamil.

9. Posisi tidur yang baik

Memasuki trimester ketiga, cobalah untuk membiasakan tidur menyamping. Tidur dengan posisi miring mengurangi risiko gangguan kesehatan pada janin dibanding tidur telentang. Tekanan pada pembuluh darah besar, yaitu aorta dan vena cava inferior bisa meningkat bila ibu hamil tidur dalam posisi telentang. Tekanan ini bisa menghambat peredaran darah ke tubuh ibu dan janin.

10. Meningkatkan komunikasi dengan pasangan

Cara menjaga kehamilan yang terakhir dan mudah untuk dilakukan adalah meningkatkan komunikasi dengan pasangan. Ungkapkan semua permasalahan dan harapan secara jujur. Membicarakan hal tersebut akan meningkatkan rasa kebersamaan dengan pasangan.

Setelah berhasil meningkatkan rasa kebersamaan, pilih waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Jika kehamilan dalam kondisi baik, Anda tidak perlu mencemaskan aktivitas seksual terhadap janin karena janin dilindungi oleh kantung dan cairan ketuban, cairan di leher rahim, serta otot-otot rahim.

Nah, itulah beberapa cara menjaga kehamilan yang wajib diketahui ibu hamil.

 

Sumber:

  1. https://www.babycentre.co.uk/a536361/10-steps-to-a-healthy-pregnancy
  2. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/pregnancy-health/healthy-pregnancy-tips/?
  3. https://www.healthline.com/health/pregnancy/healthy-pregnancy#cut-bad-habits





Source link