10 Cara Melancarkan Peredaran Darah (Mudah Dilakukan)

By | July 26, 2019


DokterSehat.Com – Salah satu langkah menjaga kesehatan agar tetap optimal adalah dengan menjaga sirkulasi darah berjalan dengan baik. Sirkulasi darah yang baik membuat oksigen dan nutrisi bisa dialirkan secara merata ke berbagai jaringan dan organ di dalam tubuh. Lantas, bagaimana cara melancarkan peredaran darah? Adakah obat melancarkan peredaran darah yang aman dikonsumsi?

Cara Melancarkan Peredaran Darah

Sebelum menjelaskan mengenai cara memperlancar peredaran darah, perlu diketahui bahwa seluruh organ dan jaringan tubuh terhubung oleh pembuluh darah kecil yang terkait dengan pembuluh darah besar.

Jika pembuluh darah ini mengalami gangguan, maka risiko terkena masalah kardiovaskular atau masalah kesehatan lainnya akan meningkat. Karena alasan inilah, sebaiknya Anda harus mengetahui berbagai cara melancarkan peredaran darah.

Berikut adalah beberapa cara melancarkan peredaran darah yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Pola makan yang sehat

Cara melancarkan peredaran darah yang pertama adalah menjalankan pola makan yang sehat. Apa yang Anda makan memiliki pengaruh besar pada kesehatan tubuh, khususnya dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Sebagai contoh, Anda bisa mengonsumsi makanan dengan kandungan nitrit oksida layaknya cabai, sayuran berdaun hijau, serta buah delima. Makanan-makanan ini bisa membantu melebarkan pembuluh darah sehingga akan membuat sirkulasi darah berlangsung dengan lancar.

Selain makanan-makanan sehat tersebut, Anda juga bisa mengonsumsi kunyit, kacang kenari, serta buah bit untuk mendapatkan kandungan nitrit oksida.

Sementara jika Anda tidak ingin mengalami masalah kolesterol tinggi yang bisa memicu penyumbatan sirkulasi darah, Anda juga disarankan mengonsumsi ikan yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi.

Konsumsi makanan tinggi antioksidan juga berguna untuk melawan paparan radikal bebas pemicu gangguan pembuluh darah seperti buah beri, beberapa buah sitrus seperti jeruk, dan bawang bombay.

2. Tidak merokok

Cara melancarkan peredaran darah berikutnya adalah dengan tidak merokok. Merokok bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan, khususnya gangguan jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan oleh banyaknya zat aktif berbahaya di dalam rokok. Salah satu zat berbahaya tersebut adalah nikotin.

Nikotin sendiri bisa memicu kerusakan pembuluh darah. Paparan zat ini juga bisa membuat darah menjadi semakin kental sehingga sulit untuk mengalir dengan lancar. Banyak penelitian mengungkapkan, bahwa rokok bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

3. Menjaga berat badan tetap ideal

Menjaga berat badan tetap ideal tidak hanya akan membuat penampilan tubuh menjadi lebih ideal, hal ini ternyata bisa juga membantu mencegah datangnya obesitas. Dampak lanjutan dari obesitas adalah bisa membuat sirkulasi darah terhambat akibat menumpuknya plak pada pembuluh darah arteri.

Jika tidak segera ditangani, risiko terkena penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga stroke akan meningkat.

4. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga membuat jantung Anda terlatih untuk memompa darah lebih banyak, sekaligus menyediakan oksigen ke seluruh tubuh. Lancarnya peredaran darah membuat risiko Anda mengalami penyakit kardiovaskular semakin kecil.

Meski olahraga adalah sesuatu yang bermanfaat, cara melancarkan peredaran darah ini sering kali dilewatkan oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar

5. Mengelola stres dengan baik

Meski terlihat sepele, dalam realitanya stres bisa berimbas pada ketidaklancaran sirkulasi darah. Ternyata, gangguan psikologis ini bisa membuat pembuluh darah menyempit.

Lantas, bagaimana cara melancarkan peredaran darah terkait dengan stres? Cara memperlancar peredaran darah yang bisa dilakukan adalah cobalah untuk berlatih pernapasan, menikmati pemandangan alam dan melakukan rekreasi.

6. Obat pengencer darah

Obat melancarkan peredaran darah yang umumnya disarankan dokter adalah obat pengencer darah. Pada umumnya, obat-obatan ini akan diberikan pada pasein yang baru menjalani operasi atau memerlukan rawat inap dalam beberapa hari.

7. Stocking kompresi

Selain menggunakan obat melancarkan peredaran darah, dokter juga bisa menyarankan menggunakan stocking kompresi guna memperlancar aliran darah di kaki terutama saat Anda hamil, atau sedang melakukan perjalanan yang jauh dengan pesawat.

8. Hindari duduk dalam jangka waktu lama

Jika Anda sering berada pada satu posisi yang sama, terutama duduk, hal itu bisa menyebabkan darah berkumpul di kaki dan menyebabkan penggumpalan. Cobalah untuk bergerak atau melakukan peregangan setiap satu atau dua jam.

9. Pijat

Tidak seperti cara melancarkan peredaran darah lainnya, cara memperlancar peredaran darah ini membutuhkan bantuan orang lain karena diperlukan pijatan-pijatan khusus. Selain bisa membuat otot lebih rileks, pijat juga bisa merangsang aliran darah agar tetap lancar.

10. Asupan cairan tubuh tercukupi

Cara melancarkan peredaran darah yang satu ini adalah yang paling mudah dilakukan, namun sering kali terlewatkan oleh mereka yang sedang melakukan perjalanan jauh. Agar masalah gangguan darah ini tidak terjadi, setiap perjalanan jauh yang Anda lakukan pastikan asupan cairan tubuh tercukupi dengan baik. Dehidrasi meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Nah, itulah beberapa cara melancarkan peredaran darah yang bisa Anda lakukan.

Mengenali Darah Tidak Lancar Berdasarkan Lokasi

Hal penting lainnya yang harus diketahui selain cara melancarkan peredaran darah adalah mengetahui gejala-gejala penggumpalan darah yang bisa muncul pada tubuh.

Beberapa gejala terjadinya darah kental dapat bervariasi, tergantung di mana lokasi penggumpalan tersebut muncul. Berikut lokasi darah kental yang biasa terjadi:

  • Gejala pembengkakan, rasa nyeri dan rasa hangat biasa muncul hanya di satu tempat seperti lengan atau kaki.
  • Jika penggumpalan darah terjadi di perut, Anda bisa diare, muntah, dan tinja bercampur darah.
  • Jika penggumpalan darah terjadi di paru-paru, gejala yang bisa dirasakan adalah sulit bernapas, pusing, denyut nadi cepat, demam, pusing dan nyeri dada.
  • Seperti halnya paru-paru, penggumpalan darah yang terjadi di jantung juga bisa mengakibatkan sesak napas, nyeri dada, pusing dan keringat berlebihan.

Selain itu, mereka yang berisiko tinggi mengalami penggumpalan darah antara lain mereka yang berusia di atas 60 tahun, memiliki penyakit inflamasi kronis, sirosis, kanker, patah tulang di kaki, menggunakan kontrasepsi oral, penderita diabetes dan memiliki riwayat keluarga yang mengalami penggumpalan darah.





Source link